Ratusan Truk dan Pekerja Tambang di Bengkulu Utara Dari Luar Daerah, Pekerja Lokal Menjerit

oleh -255 views

Bengkulu Utara, SigapOnline.com – Ratusan Truk tambang hauling batubara yang berada di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, diduga berasal dari luar daerah.

Hal ini terlihat banyaknya truk tambang yang memiliki nomor polisi bukan dari wilayah Provinsi Bengkulu, membawa batu bara.

Kondisi ini memungkinkan banyaknya para pekerja khususnya sopir yang berasal dari luar daerah.

Dugaan ini dikuatkan dengan informasi dari salah satu warga yang bertempat tinggal di wilayah jalan lintas, Kecamatan Ketahun.

Warga menyebutkan, bahwa banyak truk pembawa batubara yang berasal dari luar daerah. Tak hanya truk, namun juga banyak para driver yang berasal dari luar daerah.

“Banyak pak, tiap hari lewat. Kalau lihat dari plat nomor nya bukan dari Bengkulu,” ujar Warga, Jumat (10/09/2021).

Kondisi tersebut membuat para pekerja driver dalam wilayah Bengkulu Utara menjerit. Sebab peluang untuk mendapatkan pekerjaan sebagai driver menjadi sangat sempit.

Saat ini, Bengkulu Utara belum adanya Perda yang mengatur terkait dengan hal ini. Namun hal ini seharusnya sudah menjadi perhatian Pemerinta setempat, untuk memperhatikan para masyarakat Bengkulu Utara, khususnya para pekerja driver yang susah mendapatkan lowongan pekerjaan.

Salah satu driver, yang namanya enggan disebutkan mengungkapkan, bahwa ia sendiri merasa sulit untuk mendapat peluang menjadi driver di perusahaan tambang batu bara.

Ia berharap Pemerintah Daerah setempat dapat memberikan kebijakan khusus melalui Perda, terkait dengan hak ini.

“Ya susah pak, banyak orang luar yang jadi sopir. Kami masyarakat lokal malah susah mau jadi sopir. Ya kami harap nanti ada Perda lah yang mengatur ini. Agar lebih memperhatikan warga lokal, buka malah warga dari luar daerah,” ungkap dia.

Dalam hal ini juga, diduga perusahaan tambang batu bara yang menggunakan mobil truk dari luar daerah, terdapat kebocoran PAD.

Dimana retribusi truk yang disetorkan oleh perusahaan yang berasal dari luar daerah tersebut, tidak disetorkan sebagai PAD Bengkulu Utara, namun ke Daerah wilayah truk berdasarkan nomor polisi kendaraan.

Sementara itu, Kepala Dinas ketenagakerjaan dan Transmigrasi Bengkulu Utara, Drs. Fahrudin, menuturkan, pihaknya bertugas membantu menurunkan angka penganguran dan kemiskinan dalam wilayah ini.

Pihaknya juga sudah menerima banyak keluhan dari berbagai kalangan masyarakat, serta organisasi angkutan, terkait banyaknya pihak Perusahan yang beroperasi di Bengkulu Utara, yang menggunakan tenaga kerja dan armada angkutan dari luar daerah.

Ia menghimbau agar para pelaku usaha yang menggunakan armada, dapat melibatkan para armada dan pekerja lokal.

Hal ini untuk mendukung Pemerintah dalam hal penurunan angka pengangguran.

“Terkait Perda, nanti akan saya koordinasikan dengan Bupati dulu,” tandas Fahrudin. [Redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *