Dituding Putuskan Kontrak Kerja Sepihak, Manager Perwakilan PT AMP Ngaku Tidak Tahu

oleh -543 views
Pendi : Manager Perwakilan Bengkulu PT AMP

SIGAP BENGKULU – Managemen PT Andalan Mitra Prestasi (AMP) yang merupakan perusahaan mitra kerja PT PLN (Persero) dituding telah melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak terhadap 5 orang karyawannya, terdiri dari 2 orang Karyawan ADM dan 3 orang Cleaning Service.

Pemutusan kontrak kerja terhadap Lima karyawan tersebut, katanya berdasarkan surat dari PT PLN (Persero) UIW S2JB, tentang pengurangan Tenaga Alih Daya (TAD). Saat ini kelima karyawan yang diberhentikan itu menuntut haknya, karena menilai keputusan perusahaan telah merugikan pihak karyawan.

Sejatinya, jumlah karyawan TAD di PLN UP3 Bengkulu berjumlah 63 orang, atas suatu pertimbangan, dikurangi menjadi 58 orang. Dengan alasan bahwa Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) tidak diperpanjang dan berakhir pada 1 September 2020.

Anehnya, menurut salah seorang karyawan yang diberhentikan, dasar pemberhentian mereka kurang begitu jelas. Oleh sebab itu, mereka ingin tahu secara jelas atas dasar pertimbangan apa sehingga mereka tidak dipekerjakan lagi.

Kelima karyawan yang diberhentikan itu antara lain, 2 orang ADM yakni Susanti dan Levy Oktri Darti. Sedangkan 3 orang Cleaning Service yang diberhentikan adalah M. Jaya Sakti, Ilham Hidayatullah, dan Rio Setiawan.

“Kami hanya ingin tahu dasar dan atas pertimbangan apa kami diputus kontrak kerja,” ucap salah seorang dari 5 karyawan yang diberhentikan itu.

Mereka juga mengaku telah melakukan upaya tuntutan ke Depnaker Provinsi Bengkulu dan akan terus menuntut secara hukum, karena menurut mereka tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dinilai tanpa dasar yang jelas.

“Kami sudah melaporkan keputusan perusahaan yang merugikan kami ini ke Depnaker dan akan terus menuntut hingga hak kami dipenuhi,” katanya.

Sementara itu, Manager PT AMP Perwakilan Bengkulu, Pendi, mengatakan bahwa ia tidak mengetahui soal dasar dan pertimbangan perusahaan memutuskan kontrak kerja tersebut. Dan katanya melalui pesan WhatsApp, semua merupakan keputusan manager pusat PT AMP.

“Itu keputusan Pusat, yang saya tahu hanya ada pengurangan formasi TAD UP3 Bengkulu. Selain itu Saya tidak tahu karena yang mengeluarkan surat tersebut dari pusat,” ucap Pendi.

Sedangkan dari informasi yang berhasil dihimpun awak media ini, ada sejumlah petinggi di PLN UP3 Bengkulu yang katanya ikut memberikan rekomendasi, sehingga ada karyawan yang cukup berpengalaman malah diberhentikan tanpa mendapatkan hak apapun.

Selain itu, alasan bahwa mereka belum terikat kontrak dengan PT AMP itu juga kurang begitu jelas, karena sejak bulan april 2020 para karyawan dimaksud sudah terhitung menerima gaji. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.