Gubuk reot nenek Tuminem direhab oleh warga

Ikut Transmigrasi ke Tubaba Tahun 1983, Nenek Tuminem Hidup Hanya Dari Belas Kasihan Warga

SIGAP ONLINE, Tulang Bawang Barat – Nenek Tuminem yang saat ini mengaku telah berusia 70 tahun, menjalani hidup di Tiyuh Jaya Murni, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung bersama seorang putranya berumur 45 tahun yang menderita kelainan jiwa.

Suaminya meninggal 14 tahun lalu, dan sejak saat itu pula ia hidup hanya dari belas kasihan warga sekitar. Apabila hari itu tidak ada pemberian warga, nenek Tuminem terpaksa menggali sisa-sisa bongkaran panen singkong untuk dimasak sebagai pengobat rasa lapar dia dan anaknya.

Dengan usia lanjut saat ini, Nenek Tuminem mengakui tidak banyak yang dapat dikerjakan. Fisiknya yang sudah lemah tidak dapat lagi berbuat banyak. Dia hanya bisa berharap ada kepedulian dari pihak pemerintah, karena ia membutuhkan perhatian terhadap kondisinya saat ini.

“Saya tidak berharap banyak, dapat makan dan hidup sedikit lebih layak sudah cukup bagi saya dan anak saya yang sudah lama menderita sakit,” tutur nenek Tuminem.

Merasa iba dengan keadaan nenek Tuminem, Sukatun yang belum lama menjabat  sebagai Kepala Tiyuh (Kades) setempat, mengajak warganya bergotong royong sekaligus sedikit menyisihkan dana untuk merehab gubuk tempat tinggal nenek Tuminem.

“Kita perbaiki rumah nenek Tuminem atas kerjasama warga masyarakat, mengganti tiang dan dindingnya, supaya lebih kokoh. Namun hanya sebatas itu kemampuan warga kita disini,” ujar Sukatun.

Pewarta : Andika

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gunung Agung Geger, Istri Teman Diperkosa Lalu Dibunuh, Jasadnya Dipendam Di Tanah

SIGAP ONLINE, Tulang Bawang Barat – Tega dan kejam juga sadis, perbuatan ...

Peserta Diklatsar Banser ke-VII Tubaba, Lulus 100 Persen

SIGAP ONLINE, Tulang Bawang Barat – Sebanyak 116 peserta ikuti Pendidikan Latihan ...