Kasi Pidsus Kejari Lebong, Eddy Sugandi Tahir, SH

Kadis Dikbud dan Seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP Lebong Dilaporkan ke Jaksa

SIGAP ONLINE, Lebong – Terkait perkara dugaan korupsi pada kasus pemotongan uang pengawas ruang UN/UASBN 2016 di Kabupaten Lebong semakin meluas. Salah satu yang terlibat dalam pemotongan uang pengawas tahun 2017, yakni TN telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani persidangan. Kemudian TN melalui kuasa hukumnya Sopian S Siregar, SH melaporkan Kepala Dinas Dikbud dan seluruh Kepala SD dan SMP di daerah itu ke Kejaksaan Negeri setempat.

Sopian membeberkan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkuangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong. Sopian juga menyebutkan beberapa saksi yang dihadirkan dalam persidangan kliennya, TN, terkait perkara UN 2017, memberikan keterangan palsu.

Saksi mengaku uang pengawas UN/UASBN tahun anggaran 2016 dan tahun-tahun sebelumnya sudah dibagikan semua, padahal nyatanya uang pengawas ruang tahun 2016 baru dibagikan tahun 2019. Parahnya lagi, ada kesepakatan seluruh Kabid di Dinas Dikbud Lebong, untuk menyetujui potongan sebesar 15 persen untuk semua item kegiatan di Dikbud Lebong oleh bendahara atas perintah Kepala Dinas.

Hal tersebut menurutnya jelas dan terang telah melanggar pasal 12 undang-undang nomor 20 tahun 2001 perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

“Iya kita laporkan, kita minta pihak kejaksaan bisa usut sampai tuntas dan jangan tebang pilih dalam menegakkan hukum,” kata Sopian.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Lebong, Endang Sudarma, SH., MH, melalui Kasi Pidsus Eddy Sugandi Tahir, SH. membenarkan adanya laporan terkait perkara dugaan penyimpangan anggaran kegiatan UN/ASBN tahun 2016. Tapi beliau mengaku belum membaca dan melihat laporan dimaksud.  Gandi mengatakan, laporan dari Sopian diterima oleh JPU dan baru disampaikan kepadanya secara lisan.

Dilanjutkan Sugandi, atas laporan itu pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu, baru kemudian mengambil langkah. Dirinya juga mengaku belum bisa memastikan apakah ada unsur pidananya atau tidak yang pasti akan dipelajari dulu.

“Iya memang ada laporan dari kuasa hukum terdakwa TN, tapi saya belum baca. Nanti akan kita pelajari dulu dan kita akan melakukan pemgumpulan data,” ungkap Gandi, Selasa (26/11).

Sebelumnya, salah satu kepala sekolah, Catur, yang disebut-sebut sebagai sumber uang yang baru dibayarkan itu mengakui, honor pengawas tahun 2016 lalu baru diserahkannya kepada bendahara pada awal tahun 2019 lalu, sekira bulan Januari, namun ia lupa tanggalnya

Ditanya kenapa kegiatan tahun 2016 baru dibayar 2019, Catur mengaku uang tersebut terpakai olehnya pada saat itu. Menjelang dirinya dimutasi pada awal tahun 2019 lalu, dirinya baru ingat kalau ada honor pengawas yang belum dibayarkannya.

“Mungkin duit itu dulu terpakai oleh saya, menjelang saya dimutasi pada awal 2019 lalu saya baru ingat kalau ada honor pengawas yang belum saya bayar, makanya saya bayar awal 2019 lalu,” elak Catur saat dikonfirmasi, Rabu (20/11).

Berikut daftar nama yang dilaporkan:

  • Kepala Dinas Dikbud Lebong, Taufik Andari, M.Pd
  • Fery Jurnalis, Staf Bagian Perencanaan dan Keuangan
  • Armen Bastari, mantan kepala sekolah SMPN 1 Bingin Kuning/ketua MKKS
  • Seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP se- Kabupaten Lebong yang menyelenggarakan UN-UABN tahun 2016
  • Catur Sugito, Kepala SMP 1 Lebong Sakti
  • Imam Sutanto Bendahara pengeluaran Dikbud Lebong tahun 2016/2017

(Go)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pemkab Lebong dan ESDM Provinsi Tertibkan Tambang Galian C Tak Berizin

SIGAP Lebong –  Guna menertibkan usaha tambang di Kabupaten Lebong, Pemerintah Daerah ...