Kasus Proyek BBILP, DKP Provinsi Kembalikan Kerugian Negara

SIGAP ONLINE – Terkait dengan perkara duigaan korupsi pada proyek pengadaan sarana dan prasarana Balai Budaya Ikan Laut Payau (BBILP), berupa rehab bak tandon penampungan air laut, Dinas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu akhirnya mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp 92.421.840, untuk disetor ke kas negara.

Proyek dimaksud dibangun di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, didanai APBD Provinsi Bengkulu tahun 2017, sebesar Rp 345.796.000.

Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo, S.IK sebagaimana disampaikan Kasat Reskrim AKP Indramawan di Mapolres Bengkulu, ditengah perjalanan pengerjaan proyek tersebut terhenti, kontraktor pelaksana tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya.

“Proyek ini telah dicairkan uang mukanya sebesar 30 persen dengan nilai Rp 103.738.800, oleh pelaksananya yakni CV Wijaya Persada,” kata Kapolres, Kamis (19/9/2019).

Sementara untuk indikasi perbuatan melawan hukum, diduga spesifikasi realisasi pekerjaan tidak sesuai dengan spek yang tertuang dalam kontrak kerja.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari ahli fisik Unihaz, bahwa hasil pekerjaan secara teknis tidak dapat diterima, dan pekerjaan tidak dapat dilanjutkan, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara,” jelas Indramawan.

Informasi dari masyarakat, kasus itu mulai ditangani oleh Uni Tipikor Sat Reskrim Polres Bengkulu sejak akhir April 2018 lalu.
Nilai kerugian negara sebesar Rp 92.421.840 tersebut timbul setelah polisi mendapatkan audit investigasi dari BPKP.

“Setelah diaudit investigasi, dan PPTK kegiatan bersedia mengembalikan kerugian negara tersebut, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, maka dengan telah dikembalikannya kerugian negara, kasus ini bisa dihentikan. Nanti kita akan gelar perkara terlebih dahulu,” beber Indramawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*