Kepala Dinas Pendidikan Bengkulu Utara, Dr H Agus Haryanto, SE, MM

Hari Gini Masih Ada Pungutan? SD dan SMP Siap-siap Kena Sanksi

SIGAP ONLINE – Guna meringankan beban orang tua siswa atau wali murid terutama terhadap keluarga yang kurang mampu, pemerintah tak henti-hentinya memberikan peringatan diserta regulasi yang jelas, supaya pihak sekolah tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap siswanya.

Namun sejumlah sekolah masih terkesan mengabaikan regulasi dan ketentuan tersebut. Sehingga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara, Dr. H. Agus Haryanto, SE, MM,  menerbitkan surat edaran nomor 800/4o7o/Dispendik/2019, tanggal 16 September 2019, Perihal Larangan Pungli.

“Untuk mengingatkan pihak sekolah supaya tidak melakukan pungutan, kami terbitkan Surat Edaran yang disampaikan kepada masing-masing sekolah. Edaran tersebut sesuai dengan ketentuan Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah,” kata Agus Selasa (17/9/2019) kemarin.

Sekalipun dia memahami bahwa yang dilakukan oleh sekolah terbut hanya sebatas untuk menutupi keterbatasan anggaran. Sekalipun demikian, menurut Agus tetap tidak diperbolehkan. Jika masih juga melakukan pungutan, maka sekaolah yang melakukannya siap-siap dikenakan sanksi.

“Kami memahami yang dilakukan pihak sekolah tersebut hanya sebatas menutupi keterbatasan anggaran, namun, hal tersebut tetap tidak diperbolehkan. Kedepan, kami berharap komite dan sekolah harus lebih kreatif dan inovatif mensiasati keterbatasan anggaran operasional sekolah tersebut,” paparnya.

7 comments

  1. Sekolah anak saya masih dipintai uang untuk membantu membeli kelengkapan alat sekolah yg rusak trmasuk kursi dan meja siswa dll, setahun 1 sampai 2 kali stiap semester dr 50.000 bahkan lebih dan itu di wajib kan… Jika untuk menegur pun rasa keberatan kami pun rasanya tidak ada gunanya…
    Jika seperti ini apa hukumnya…? Apa ini termasuk pungli?

    • Kasi solusi yang jelas bos, jangan hanya melarang sekolah melakukan pungutan sementara dari pihak yang berwenang hanya omong doang,
      Klu hanya ngomong doang saya juga bisa jadi Gubernur,

  2. Ngakalinnya bilang sumbangan sukarela. Pake kertas yg ditandatangani, biar sekolah terkesan tdk melakukan pungutan.
    Disatu sisi,melanggar aturan. Tp dana dr pemerintah ga turun2. Jadi pointnya,pemerintah sengaja menghancurkan sekolah2 scr perlahan.
    Bisa diliat yg dpt anggaran tp ngga memadai. Akhirnya spek kurang dan plafon rubuh (contoh).
    Yg ngga dapat anggaran,yaaa silakan liat sekolah2 pada kusam,kamar mandi jorok,sarana prasarana ga terawat.
    Minta komite dan sekolah kreatif? Lu mundur ajalah. Rugi ngasih gaji ama pengemis

  3. klo di tmpat anak sy sekolah…ibu/wali muridnya yg rempong…sampai anak sy di mintai uang cash /bln 50rb….!!!

  4. Bagaimana dengan sekolah SMU NEGERI yang dikampung saya masih dipungut uang sekolah?apakah UU ini berlaku juga?setauku kalo negeri no pungli atau uang sekolah lagi

  5. Di Kabupaten Karawang ada sekolah dasar yang memungut uang bangku 50 ribu, tepatnya di sebuah desa purwadana. Tolong usut. Terima kasih. Kasian orang pas2an

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*