Pelantikan Anggota DPRD Mukomuko Digeruduk Pendemo, Bupati Kabur

SIGAP MUKOMUKO – Sebanyak 24 dari 25 orang Caleg terpilih yang akan menduduki kursi di DPRD Kabupaten Mukomuko, pada Selasa (20/8/2019) dilantik. 1 orang yang tidak menghadiri pelantikan tersebut yakni, Maskur, karena saat ini ia tengah menunaikan ibadah haji. Pelantikan hari itu dihadiri oleh Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah.

Pada saat bersamaan, gedung DPRD digeruduk oleh pendemo dari Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K) Komcab Mukomuko. Aksi digelar mulai dari halaman kantor Sekdakab, hingga ke depan Gedung Sekretariat DPRD Mukomuko dan mendapat pengawalan ketatan dari jajaran Polres setempat, TNI dan Satpol PP.

Bupati, H Choirul Huda, SH beserta jajaran sepertinya tidak memperdulikan aksi tersebut. Bahkan, Bupati sendiri ditengarai ”kabur” dan tidak mau menemui para pendemo. Padahal, sejak pagi menjelang siang, mereka ingin bertemu langsung dengan bupati dan anggota DPRD. Terlihat mobil bupati sempat dikejar oleh para pendemo yang melaju ke arah Kecamatan Kota Mukomuko.

Meski tidak menemui titik terang, pihak Polres Mukomuko melalui Waka Polres, Kompol. Tigor Lubis memastikan akan menyampaikan aspirasi tersebut. Karena aksi tersebut digelar pada saat pelantikan tengah berlangsung.

”Kami berharap saudara-saudara untuk bersabar, karena sedang acara pelantikan. Sebagai pihak dari keamanan, kami minta agar tidak terjadi tindakan anarkis,” ungkapnya dihadapan para pendemo.

Weri Tri Kusumaria, SH, MH, Agus Sutardi dan M Toha, S.Sos.I selaku orator mengaku sangat kecewa lantaran dalam aksinya dari pihak Pemkab Mukomuko dan juga DPRD Mukomuko tidak berani menemuinya. Padahal apa yang disampaikan merupakan aspirasi.

”Kami menuntut janji dan visi misi Bupati Mukomuko. Karena selama menjabat, sampai saat ini tidak ada perubahan yang signifikan. Kami meminta bukan hanya sekedar janji, kami butuh bukti. Kami juga meminta Bupati Mukomuko memenindak perusahaan yang melanggar dan bandel,” ungkapnya.

Ditambahkan Weri, tak hanya masalah pembangunan dan juga perusahaan, Bupati diminta mencopot ASN yang tidak profesional. Selain itu, meminta penegak hukum untuk bersikap arif dan bijaksana. Terutama dalam penanganan kasus hukum.

”Kami minta pejabat yang pernah mengundurkan diri untuk tidak diberi jabatan karena dinilai tidak konsisten dan melanggar aturan ASN. Kami juga berharap penegak hukum untuk terus menindaklanjuti kasus dana makan minum dan juga dana bimtek yang merugikan negara miliaran rupiah,” imbuhnya.

Lanjut Weri, jika dalam 3 hari kedepan tak ada tanggapan dari pihak Pemkab Mukomuko, DPRD dan juga pihak terkait lainnya, maka pihaknya bakal kembali menggelar aksi lanjutan.

Pelantikan Caleg terpilih DPRD Mukomuko, Selasa (20/8)

Berikut 25 caleg terpilih untuk menduduki kursi DPRD Mukomuko Priode 2019-2024

Dapil I :
1. Ali Saftaini,
2. Maskur, (tidak hadir)
3. Busril,
4. Aceng Zakaria,
5. Novri AN,
6. Armansyah,
7. Ansori Hardios,
8. Mustadin, Fajar
9. Anita.

Dapil II,
1. Nursalim,
2. Nopi Yanto,
3. Damsir, S
4. Untoko,
5. Samsudin Sehite,
6. Kabri,
7. Safa’at,
8. Sardiman.

Dapil III
1. M Sukandi,
2. Yusak,
3. Suwarno,
4. Wisnu Hadi,
5. Samsurizal,
6. Roni Pasla,
7. Antonius Dalle,
8. Busra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*