Polisi tetapkan, 3 orang sebagai tersangka pelaku pengancaman dan penikaman terhadap 2 anggota polisi yang sedang menjalankan tugas pengamanan di Kantor Camat Pagar Jati

Penikaman Anggota Polisi di Pagar Jati Terungkap, Salah Satu Tsk Wanita Guru Honorer

SIGAP Bengkulu Utara – Atas peristiwa penikaman terhadap 2 orang anggota Polres Bengkulu Utara, yang tengah bertugas mengamankan kegiatan musyawarah di kantor Camat pagar Jati, pada Jumat (14/6/2016) lalu, Polisi telah menetapkan 3 orang yang disangkakan telah melakukan tindak pidana pengancaman serta penikaman terhadap aparat polisi.

Baca : Musyawarah Ricuh, Dua Anggota Polres BU Dibacok Warga 

Dalam Press Release di ruang Reskrim Polres Bengkulu Utara, Selasa (18/6), Kapolres BU, AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK MM melalui Kasat Reskrim AKP. Jery Antonius Nainggolan SIK, membenarkan, pihaknya telah menetapkan pelaku penikaman terhadap Bripda Reyvaldo dan Bripda Lepriansyah sebagai tersangka.

Ketiganya merupakan warga Desa Taba Renah, Kecamatan Pagar Jati, antara lain TR (38), ES (30) dan AR. Tsk TR merupakan satu-satunya wanita yang terlibat dalam peristiwa tersebut, ia merupakan anggota BPD Taba Renah, berprofesi sebagai guru honorer.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun aparat, kericuhan berawal ketika adanya kabar dari salah satu anggota BPD yang juga selaku guru honorer yaitu TR, yang menyatakan bahwa Desa Taba Renah sudah kotor, harimau murka kepada Kades dan sudah turun ke desa.

Mendengar ungkapan TR tersebut, ES menjadi emosi, langsung mendesak Kades Taba Renah, supaya segera melepaskan jabatannya, desakan ES disertai ancaman akan membunuh Kades dengan sebilah pisau yang sudah dipersiapkannya dari rumah.

Melihat situasi tersebut, petugas polisi segera melakukan tindakan dengan meminta senjata tajam yang dipegang ES supaya diserahkan kepada aparat. Namun ES memberontak, lalu menusukkan pisaunya ke arah petugas.

“Dalam musyawarah tuntutan tersebut, pelaku ES mengamuk dan mengancam akan membunuh Kades Taba Renah yaitu Sunarno, melihat situasi tersebut aparat yang bertugas mencoba untuk menenangkan pelaku. Seketika pelaku mencabut pisau yang terselip dipinggangnya, dan menusukkan ke arah aparat dan berakibat melukai dua anggota polisi,” beber Kasat.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan pendalaman, kata Kasat, para pelaku kemudian ditetapkan sebagai tersangka dapat dijerat Pasal 2 ayat (1) UU darurat No. 12 Tahun 1951, dan Pasal 213 ke 2e Sub Pasal 212 KUHPidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

“Pelaku dapat diancam hukuman penjara maksimal 10 tahun,” demikian Kasat.

Pewarta : Robin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Terduga Pelaku Pemerasan Kades Samban Jaya Ditetapkan Jadi Tersangka

SIGAP ONLINE, Bengkulu Utara – Jajaran Kepolisian Satreskrim Polres Bengkulu Utara secara ...

Ketika Diabsen Siswa Kurang Satu, Ternyata Korban Sudah Tewas Tenggelam

SIGAP ONLINE, Bengkulu Utara – Para siswa mendadak heboh termasuk juga guru ...