Salah satu lahan anggota kelompok tani penerima replanting, tampak belum tersentuh samasekali (foto : robinson)

Menguak Kemelut Replanting Sawit Di Bengkulu Utara

Dewan disebut tidak berhak ikut campur

REPLANTING Sawit, atau lebih dikenal dengan sebutan peremajaan kebun kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu utara belum pantas dikatakan sukses atau dinilai tidak bermasalah. Sebab masih begitu banyak persoalan yang belum terselesaikan di tingkat kelompok tani.

Bahkan program yang menelan dana sangat besar ini dapat dikatakan tidak ada kemajuan secara signifikan, dalam arti kata, dapat disebutkan hanya jalan ditempat. Hal itu terlihat dari persentase pekerjaan yang dicapai hingga saat ini.

Terakhir pada Kamis (30/52019), salah satu dari 4 kelompok tani penerima program replanting mengadakan rapat dadakan dengan dihadiri pihak Dinas Perkebunan setempat. Terbukti banyak anggota kelompok tani yang enggan hadir, karena mereka sudah bisa membaca apa yang akan dibahas dalam rapat tersebut.

“Kami anggota kelompok sudah mampu membaca, apa yang akan dibahas ketika rapat dadakan ini, yang pasti mereka hanya mau membenarkan apa yang sudah mereka kerjakan dan pihak dinas dihadirkan guna mendukung pembenaran itu,” ucap salah satu anggota Poktan yang mengaku enggan hadir saat itu.

Berikut foto hasil jepretan penulis, masih ada lahan anggota penerima program replanting di Bengkulu Utara yang belum tersentuh sama sekali

 

Jadi, apakah sudah pantas program ini disebutkan sukses dan berkoar-koar bahwa dalam pelaksanaannya tidak ada masalah sedikitpun? menurut penulis, sebaiknya terlebih dahulu kita memantau dan melihat secara langsung perkembangan dan perjalanan program ini di lapangan.

Apalagi, ada pihak dengan arogannya mengatakan bahwa tidak ada hak Komisi II DPRD Bengkulu Utara untuk ikut campur dalam program replanting ini. Dan DPRD kata dia, hanya boleh menengahi saja.

Sekarang timbul pertanyaan, mengapa dewan tidak diperkenankan ikut campur menangani persoalan yang dialami oleh masyarakat anggota poktan penerima program replanting tersebut?

Kemudian, jika memang program ini disebutkan sukses dan tidak ada masalah, mengapa salah seorang ketua kelompok tani menyatakan ingin mundur?

Tentunya kita semua mengharapkan bahwa setiap program pemerintah yang diluncurkan dapat berjalan dengan lancar, sukses dan dapat pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu bisa dicapai bila dalam pelaksanaannya memang disesuaikan dengan petunjuk serta regulasi yang ada, juga tidak mengabaikan aspirasi masyarakat.

Jadi, bukan hanya sekedar berkoar-koar bahwa program ini sukses, sementara faktanya di lapangan masih banyak masalah dan permasalahan yang belum terselesaikan. Apakah bisa dikategorikan sukses jika masih ada lahan anggota kelompok tani pemerima replanting hingga saat ini belum tersentuh sama sekali.

Penulis merupakan putra daerah asli kelahiran Kabupaten Bengkulu Utara, sama seperti yang lainnya menginginkan kemajuan, peningkatan dan pencapaian yang dapat mendongkrak perekonomian masarakat. Bukan hanya slogan semu yang pada kenyataannya di lapangan tidak sesuai dengan apa yang didengungkan.

Oleh : Robinson, Wartawan sigaponline.com

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

UKPBJ Harus Maksimalkan 5 Pilar Pengadaan Barang/Jasa

SIGAP ONLINE, Bengkulu – Pengadaan barang/ jasa pemerintah merupakan salah satu entitas ...

Pemanfaatan Pekarangan Langkah Strategis Memenuhi Ketersediaan Pangan

SIGAP ONLINE, Bengkulu – Wakil Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah menghadiri sekaligus mencanangkan ...