Menelisik Pelaksanaan Program Replanting Kelapa Sawit Di Bengkulu Utara

SIGAP ONLINE – Kita tentunya masih ingat, di saat kunjungan Dirjen Perkebunan ketika itu, Ir. Bambang, MM di Bengkulu Utara pada Desember 2017 lalu. Disaksikan Bupati BU, Ir Mian bersama Kadis Perkebunan kala itu Ir. Sarmini Burhan, Dirjen mencetuskan, pada tahun 2018 akan diluncurkan program peremajaan kebun kelapa sawit (replanting) yang diperkirakan akan menjangkau sekitar 15 Ribu hektar.

Tahap demi tahap dilalui oleh pihak terkait dalam hal ini Dinas perkebunan BU dengan menjalankan berbagai prosedur, akhirnya replanting tersebut terlaksana, diperuntukkan bagi empat kelompok tani di empat kecamatan, se-Kabupaten Bengkulu Utara. Namun disayangkan, menurut pandangan pemerhati, hingga ke penerima program tersebut menilai, terdapat berbagai kejanggalan pada pelaksanaannya.

Kejanggalan ini secara gamblang dikemukakan bukan sekedar asal sebut. Sebab hal itu terungkap setelah ada beberapa tahapan yang dinilai oleh pihak-pihak dimaksud, tidak pas pada penerapannya. Sebagai contoh, seperti yang terjadi pada kelompok tani di Desa Suka Makmur, Kecamatan Giri Mulya, selagi lahan replanting di desa tersebut belum siap, ribuan bibit sawit malah telah didatangkan.

Persoalannya tidak hanya sampai disitu, pada kelompok tani di Desa Gunung Selan, Kecamatan Arga Makmur tak luput dari kesan adanya ketidak beresan dalam pelaksanaanya. Terbukti dari sejumlah anggota kelompok tani dari desa tersebut menyampaikan keluhannya sebagai bentuk aspirasi ketidak puasan mereka terhadap program yang menelan dana sangat besar itu. Di hadapan Ketua Komisi II DPRD setempat, mereka membeberkan semua unek-uneknya selaku anggota poktan penerima program dari pusat tersebut.

Dewan pun menjadi berang. Ketua Komisi II DPRD BU, A Razali secara tegas mengatakan, kejanggalan dan laporan yang diterima olehnya harus segera disikapi. Sehingga ia atas nama lembaga memanggil sejumlah kelompok tani untuk didapatkan keterangannya secara rinci. Bahkan ia pun menjadwalkan sehabis Lebaran Idul Fitri ini akan kembali memanggil kelompok tani lainnya.

Akankah kemelut ini hanya sebatas penilaian? atau memang terjadi kejanggalan akibat kelalaian? Untuk membuktikan adanya unsur kesengajaan atau tidak, tentunya bisa disimpulkan setelah pihak dewan melakukan tugasnya, atau pihak terkait yang memiliki kewenangan melakukan pengusutan, demi terlaksananya program pemerintah ini secara bersih dan dilaksanakan dengan jujur oleh pihak-pihak yang mendapat kepercayaan.

Oleh : Uj Thahar

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jajaran Polsek dan Bhayangkari Kota Mukomuko Senam Bersama Santri Darunnajah Jakarta

SIGAP ONLINE, Mukomuko – Guna mempererat jalinan silaturahmi dan menanamkan rasa persatuan ...

Wujudkan Ketahanan Pangan di Bumi Sedulang Setudung, Banyuasin

SIGAP ONLINE, Banyuasin – Salah satu langkah strategis guna mewujudkan ketahanan pangan ...