Tujuh Tsk Korupsi Pengadaan Komputer pada Dinas Pendidikan Rejang Lebong Ditahan Kejaksaan di Rutan Malabero (foto : BE)

Tujuh Tsk Korupsi Dijebloskan ke Bilik Tahanan

SIGAP Rejang Lebong – Tujuh orang tersangka korupsi pada pengadaan komputer laboratorium Dinas Pendidikan Rejang Lebong (RL), Provinsi Bengkulu, resmi ditahan. Setelah pelimpahan tahap kedua, ketujuh Tsk ini ditahan oleh penyidik Kejaksaan Negeri RL selama 20 hari sejak 23 Mei hingga 11 juni 2019, di titipkan di Rutan Malabero Kota Bengkulu, sembari menunggu proses sidang di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

“Tujuh orang tersangka dugaan korupsi kita lakukan penahanan setelah menerima pelimpahan tahap kedua dari penyidik Polres Rejang Lebong,” ucap Kajari Rejang Lebong, Edy Utama SH MH melalui Kasi Intelejen Richard Sembiring SH MH Kamis kemarin, dikutip sigaponline dari bengkuluekspress.com.

Kepada bengkuluekspress.com. Richard menjelaskan, dipilihnya Rutan Malabero sebagai tempat ditahannya ketujuh tersangka, menurut Richard karena berbagai pertimbangan. Salah satunya untuk mempermudah proses pelimpahan dan persidangan di Pengadilan Tipikor, karena memang untuk di Provinsi Bengkulu, pengadilan Tipikor hanya ada di Kota Bengkulu.

“Kita titipkan ke Rutan Bengkulu, karena pertimbangan teknis salah satunya untuk mempermudah proses persidangan, karena persidangan sendiri akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor yang ada di Bengkulu,” paparnya.

Dalam menangani kasus tersebut, Richard mengaku Kejaksaan Negeri Rejang Lebong telah menyiapkan dua tim Jaksa Penuntut Umum. Dengan dibentuknya dua tim tersebut, Richard berharap bisa mempercepat proses persidangan mengingat tersangkanya ada tujuh orang.

Kemudian untuk para tersangka sendiri, diungkapkan Richard antara lain Su selaku PPK, kemudian AS selalu PPTK, Ha selaku panitia lelang, kemudian AK, ZA, Ad dan Yu sebagai pelaksanan kegiatan.

”Dari tujuh tersangka ini ada yang masih berstatus PNS aktif dan ada yang sudah pensiun,” paparnya. Atas dugaan korupsi yang dilakukan ketujuh tersangka tersebut, maka menurut Richard ketujuhnya akan dikenakan pasal 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman kurungan 20 tahun penjara.

Untuk diketahui, dugaan kasus korupsi yang kemarin batal dilimpahkan oleh penyidik Polres Rejang Lebong yaitu terkait dengan pengadaan 21 unit komputer laboratorium bahasa Dinas Pendidikan Rejang Lebong tahun 2010 lalu. Dimana dalam pengadaan tersebut menelan anggaran sebesar Rp 3,1 miliar yang bersumber dari DAK bidang pendidikan tahun 2010.

Dari pengadaan yang dilakukan oleh CV Wijaya Perdana tersebut, diduga telah terjadi tindak pidana korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp 800 juta. Dari kasus dugaan korupsi yang diusut penyidik Polres Rejang Lebong, penyidik telah menetapkan tujuh orang tersangka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Satu Lagi Kades Korupsi DD Dijebloskan ke Rutan

SIGAP Kaur – Pihak kejaksaan kembali dapat mengungkap kasus korupsi yang dilakukan ...